Slide

Powered by Blogger.

0 Sampaikan Isi Kitab Suci Bukan SARA

JAKARTA - Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq mengatakan bahwa menyampaikan ajaran agama sesuai kitab suci bukan tindakan SARA.

"Jika ada pihak yang menyampaikan ajaran agamanya sesuai dengan firman Tuhan seperti yang tertulis dalam kitab suci dianggap melakukan tindakan SARA, saya rasa itu sangat menyakitkan," katanya kepada pers di Jakarta, Rabu (5/9).

Dia menilai, pernyataan sejumlah pihak yang menuding bahwa menyampaikan firman Allah yang diyakini oleh umat Islam mengenai tata cara memilih pemimpin dalam Islam agar memilih pemimpin yang mukmin, sebagai tindakan SARA dan kehilangan akal sehat, adalah pernyataan yang dapat merusak kerukunan umat beragama yang sudah terjalin sangat baik saat ini di Indonesia.

Dalam hal ini, kata dia, Islam yang mengajarkan umatnya untuk memilih pemimpin dengan kriteria seorang mukmin dan bukan sekadar Islam yang dianggap SARA, maka hal ini tentunya merupakan pelecehan dan penghinaan terhadap umat Islam pada khususnya dan umat beragama pada umumnya.

"Ini juga berpotensi memecah kerukunan umat yang saat ini sudah terjalin baik," ujar Mahfudz, politisi PKS yang juga Ketua Komisi I DPR RI.

Dia meminta kepada siapapun yang menganggap bahwa menyampaikan firman Tuhan sebagai satu hal yang salah karena menyangkut SARA, untuk meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia yang cinta damai.

"Kenapa kalau untuk Sulut, Papua, Aceh dan Bali itu bukan SARA, tapi untuk Jakarta itu dibilang SARA? Apakah masyarakat Sulut, Papua, Aceh dan Bali yang mayoritas penduduknya memilih pemimpin yang seiman dengan mereka dianggap SARA? Apakah mereka tidak merasa terhina dengan pernyataan ini? Ini yang saya maksudkan pernyataannya itu bisa memecah belah kerukunan," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa ada baiknya pemimpin itu dari kalangan mayoritas. Jika seseorang menjadi pemimpin tentunya harus bisa memahami rakyatnya dan pemimpin yang lebih bisa memahami rakyatnya itu jika berasal dari mayoritas.

Dia mengatakan, pemimpin dari kalangan mayoritas tentunya akan lebih bisa mengayomi masyarakatnya yang mayoritas dan tetap bisa melindungi masyarakatnya yang minoritas. "Di sinilah indahnya demokrasi," katanya.

*http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/09/05/m9vbia1-mahfudz-sampaikan-isi-kitab-suci-bukan-sara
Read more

0 Politisi PKS Desak Pemerintah Bahas Renegosiasi Freeport

Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddik yang juga politisi PKS mendesak pemerintah membicarakan soal renegosiasi kontrak Freeport dalam pertemuan dengan Menlu AS, Hillary Clinton.

"Saya kira pembicaraan Freepot itu bagian dari ide sampingan yang pasti akan disampaikan oleh Hillary. Kalau bagi kita oke Amerika punya kepentingan ekonomi di sini melalui Freeport tapi manfaatnya harus berimbang," ujar Mahfudz di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/9/2012).

Menurut Mahfudz, selama ini dalam kontrak Freeport sudah puluhan tahun yang diuntungkan hanya Amerika. Sementara Indonesia hanya mendapat ampas atau sisanya.

"Itu yang harus berani dikomunikasikan oleh pemerintah. Dalam isu Freeport tidak ada keseimbangan kepentingan dan manfaat itu harus dipecahkan melalui renegosiasi. Ide ini harus disampaikan dan clear pesannya serta formula yang diinginkan oleh indonesia juga harus jelas. Jadi nggak sekadar retorika renegosiasi nggak ada formulanya," jelasnya.

Menurut dia, kedatangan Hillary juga harus dimanfaatkan untuk membicarakan beberapa kemitraan strategis lain yang menguntungkan baik Indonesia maupun Amerika.

"Pemerintah Indonesia harus memanfaatkan betul kedatangan Hillary Clinton untuk memikirkan tentang kesepakatan kemitraan srategis yang berimbang. Amerika kebijakan politik luar negerinya jelas ingin memperkuat kehadiran dan perannya di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur. Nah tentu saja Amerika akan menggalang dukungan dari berbagai negara khusus Indonesia," kata Mahfudz.

"Karena kalau enggak, kita hanya akan dipakai Amerika untuk mensponsori kepentingannya," sambung politisi PKS itu. [detik.com]
Read more

0 Delegasi PKS ke Rohingya Sudah Kembali ke Tanah Air dg Berbagai Hasil. Inilah Liputan Lengkapnya...

Pak Hidayat Nurwahid memimpin delegasi PKS bertemu Kementerian Sosial Myanmar
Delegasi PKS ke Myanmar sudah menyelesaikan tugasnya, dan sebagian sudah kembali ke tanah air kemarin (25/8/12) yakni ibu  Ledia Hanifa. Delegasi terdiri 4 anggota parlemen dari F-PKS (Hidayat Nur Wahid, Moh. Sohibul Iman, Nurhasan Zaidi dan Ledia Hanifa) serta dua staf Menteri Sosial (Suryama M. Sastra dan Sapto Waluyo).

Alhamdulillah, perjalanan delegasi PKS ini sesuai dengan rencana dan target bertemu dengan Ketua Parlemen, Menteri Kesejahteraan Sosial Myanmar dan Komunitas Muslim Myanmar.

"Dari pertemuan beberapa hari ini, saya optimis bahwa pemerintah Myanmar cukup serius untuk memperbaiki keadaan," ujar Ledia Hanifa.

"Mudah-mudahan keterbukaan mereka terhadap bantuan luar bisa mempercepat perbaikan keadaan," lanjut ibu Anggota Komisi VIII DPR dari PKS ini.

Dalam pertemuan dengan Ketua DPR Myanmar mereka berjanji akan menyelesaikan persoalan kewarganegaraan Muslim Rohingya.

"Mudah-mudahan janji parlemen Myanmar untuk menyelesaikan persoalan kewarganegaraan ini benar-benar terbukti," tulis bu Ledia Hanifa di akun twiternya.

-----

Untuk mengetahui liputan lengkap dan lika-liku perjalanan Delegasi PKS dari awal hingga akhir tersebut berikut kami kutipkan LiveTwit dari ibu Ledia Hanifa melalui akun twitternya @lediahanifa dengan hashtag #bantuRohingya




Ledia Hanifa
@lediahanifa
Anggota Komisi VIII DPRRI, KaBid Humas Kaukus Perempuan Parlemen RI




20 Agustus 2012
  • Bismillah... Cengkareng-Kuala Lumpur-Yangoon-Naypydaw.
  • Terima kasih tuips utk segala do'anya. Masih transit di KL. gak janji bs live tweet di Yangoon n Naypydaw. FYI Naypydaw tuh ibukt Myanmar:)

21 Agustus 2012
  • Alhamdulillah tiba di Naypyidaw stlh berkendara hampir 6 jam dr Yangon. Bersiap bertemu dg parlemen besok. (FPKS akan bertemu parlemen Myanmar membahas ttg Rohingya)
  • Konflik sosial dimanapun korban yg paling menderita adl perempuan dan anak. Sdh sewajarnya jk semua solusi yg ditawarkan tak mlupakan mrk.

22 Agustus 2012
  • Perjalanan darat dari Yangoon ke Naypitaw (dg 't' bkn 'd' ya) sejauh lk.350km ditempuh 6 jam dg konvoi 2 mobil KBRI.
  • Jalan tol Yangon-Naypitaw dibeton, tp banyak org lalu lalang, jg sapi, kambing :D. KBRI tdk sarankan perjalanan malam hari.
  • Pemandangan di kanan kiri menunjukkan tanahnya subur, dg rumah2 beratap rumbia. Hanya sedikit kendaraan yg lewat..
  • Sepanjang jalan tol hanya ada rest area di km 115. Di rest area kami lihat 3 perempuan berkerudung, mirip org Asia Selatan.
  • Kami belum paham knp Muslim di Yangon nggak diapa2kan, tp yg di Rakhine kena tindakan. Pem. Myanmar anggap Rohingya, imigran. (menurut info dlm beberapa pertemuan formal mereka menyebutnya Bengali Moslem.)
  • Jalan di dalam kota Naypyitaw lebarnya 4 jalur di setiap sisi. Jalan tolnya 2 jalur di setiap sisi. Kotanya hijau, teratur.
  • KBRI di Yangon. Jk ada pertemuan dg pem. Myanmar mereka harus bolak balik. Ada penerbangan yg waktu tempuhnya 50menit.
  • Kami menginap di bungalow, bersebelahan dg semacam mall. Para staf hotel sulit ngobrol, nggak bisa bahasa Inggris.
  • Pegawai hotel, lelaki & perempuan, bersarung. Rambutnya pendek. Tdk tahu apakah ada tentara diantara mereka :D
  • Di mall, tersedia barang buatan lokal, tp juga ada barang impor, termasuk dr Indonesia. Kontraktor bandara jg dr Indonesia.
  • situasinya sih sepiiiiiiii. Nggak kelihatan ada tentara dimana2. Sebuah kota bentukan baru.
  • Ngobrol dg Dubes RI utk Myanmar pak S. Soemarsono sambil nunggu jadwal ketemu Ketua Parlemen Myanmar.



23 Agustus 2012
  • Pagi tweeps. Salam dr Naypiytaw, ibukota Myanmar. Alhamdulillah kemarin petang ketemu parlemen Myanmar.


  • Pada pertemuan dg ketua DPD yg merangkap ketua MPR kami dipertemukan dg 2 anggota dari Rakhine state. Salah satunya muslim.
  • Pak HNW banyak beri masukan scr halus, dorong pemerintah Myanmar utk terus lakukan demokratisasi krn sejarahnya yg gemilang.
  • Dlm pertemuan dg DPR Myanmar, mereka bilang akan selesaikan persoalan secepatnya, termasuk soal kewarganegaraan.
  • Bantuan yg paling diperlukan saat ini adalah logistik, makanan dan tempat berteduh karena di Arakan sedang musim hujan.
  • DPR Myanmar jg anggap kedua etnik yg terlibat sbg korban & perlakukan sbg korban. Mereka berharap Bangladesh mau terlibat.
  • Parlemen Myanmar bersistem bikameral dg upper (MPR) & lower house (DPR). Mereka punya 20an komisi, berkantor di 10 gedung.
  • Kompleks gedung parlemennya megah. Tiap dua komisi berkantor di satu gedung.

  • Sampai saat ini tidak ada kejelasan utk dapat ke Sittwe di Rakhine State. Dubes RI sdh bersurat. Siapa tahu hari ini bisa.
  • Rencananya siang ini akan bertemu Menteri Kesejahteraan Sosial dan melanjutkan perjalanan kembali ke Yangoon.
  • Malamnya Insya Allah akan bertemu dengan Asosiasi Muslim Myanmar. Semoga semuanya berjalan lancar..
  • Siang tadi telah bertemu dengan Menteri Kesejahteraan Sosial dan membicarakan beberapa hal.
  • Pak Hidayat Nurwahid @hnurwahid memimpin delegasi bertemu dg Kementerian Kesejahteraan Sosial.

  • Menurut Kementerian Sosial, yang diperlukan untuk orang2 Rakhine antara lain vocational education dan peluang kerja.
  • Dari pertemuan beberapa hari ini, saya optimis bahwa pemerintah Myanmar cukup serius untuk memperbaiki keadaan.
  • Mudah-mudahan keterbukaan mereka terhadap bantuan luar bisa mempercepat perbaikan keadaan.
  • Sekarang sedang siap2 menuju Yangon kembali untuk pertemuan dengan komunitas muslim malam ini.
  • Pertemuan dengan komunitas muslim Myanmar memberikan penjelasan bahwa setiap bantuan harus seizin pemerintah.
  • Dan bantuan harus diberikan pada kedua belah pihak secara proporsional.
  • Selain tentang bantuan, hal lain juga tersampaikan bahwa tidak mudah untuk memperoleh kartu identitas di sini.
  • Dalam sebuah keluarga: bapak, ibu, anak ke-1 bisa dpt identitas. Tapi anak ke-2 & 3 tdk dapat. Meskipun sudah lama diajukan.
  • Tetapi ada juga keluarga yang seluruh anggotanya sudah mendapat kartu identitas.
  • Ketiadaan kartu identitas ini menyebabkan mereka kesulitan utk mencari pekerjaan & pengurusan administratif lainnya.
  • Mudah2an janji parlemen Myanmar untuk menyelesaikan persoalan kewarganegaraan ini benar2 terbukti.
  • Perjalanan spt saat ini memberikan pelajaran utk bnyk mendengar, cermat memberi masukan & kemampuan membaca peluang solusi.
  • Ini menjadi pelajaran berharga dalam hidup. Semoga dapat memberi manfaat berkali lipat.
  • Sebagai bagian dari upaya Indonesia membantu mereka, maka berbagai jalur harus dibuka.
  • Pak Jusuf Kalla sebagai utusan khusus telah membuka jalan untuk bantuan kemanusiaan.
  • FPKS melalui jalur parlemen sbg tahap awal dari hub antar parlemen menjelang pertemuan parlemen Asia Pasifik di Lombok.
  • Kemudian perhatian/bantuan dapat dilanjutkan oleh LSM dan Ormas sebagai hubungan antar komunitas.

24 Agustus 2012

  • Berhubung sampai hari ini blm ada kejelasan izin masuk Sittwe - salah satu daerah yg banyak korbannya. Sebagian kami pulang.
  • Sebagian lagi standby mana tahu ada kesempatan. Sdg diusahakan utk bisa ikut dg pesawat yg membawa bantuan PMI.
  • Sblm pulang tadi sempat kunjungi 2 masjid.Slh satunya lbh mirip musola di Indonesia. 1 lg ada makam Sultan Moghul terakhir.
Sedang berbincang2 di depan Masjid Sultan terakhir Moghul.

25 Agustus 2012

  • Alhamdulillah sudah kembali ke tanah air. Tapi masih terhubung dg teman2 yg masih ada disana dan terus memberikan kabar.
  • Semula teman2 akan ke Sittwe malam ini, namun tertunda karena hari ini tidak ada penerbangan kesana.
  • Sekalian mau antar bantuan dari PMI. Juga menunggu izin yang hanya bisa dikeluarkan oleh Presiden atau Menteri Perbatasan.
  • Sedangkan jika ditempuh jalan darat, membutuhkan waktu cukup lama, kira2 12 jam.
  • Sepertinya bantuan PMI akan diserahterimakan di Yangon, krn pesawat cargo besar tdk bisa mendarat di Sittwe.

26 Agustus 2012

  • Rombongan kedua akan pulang hari ini setelah menunggu beberapa hari dan tidak memperoleh izin.


Headline harian lokal di Myanmar, tentang kunjungan delegasi PKS

Read more

0 4 Falsafah Syawal | kultwit @salimafillah

Salim A. Fillah
@salimafillah

  1. Kupat (Ind; ketupat), dalam Bahasa Jawa ter-othak-athik-gathuk kependekan dari Laku Papat (empat 'amal) yang menjadi falsafah #Syawal.

  2. #Syawal sesuai artinya "meningkat", bukan Zawal yang bermakna "menghilang"; laku papatnya adalah Lebaran, Luberan, Leburan, & Laburan.

  3. Lebaran; lebar bermakna usai dengan sempurna. Khatam sudah mujahadah Ramadhan, apakah kita sudah menjadi insan yang bertaqwa? #Syawal

  4. Luberan; luber artinya berlimpah hingga tumpah-ruah. Zakat yang dibayarkan, shadaqah yang dihulurkan, menjadi wujud kesyukuran. #Syawal

  5. Leburan; lebur artinya luluh tanpa sisa. Termuhasabah sudahkah kita "ghufira lahu ma taqaddama min dzanbih" & dimaafkan sesama? #Syawal

  6. Laburan; labur artinya kapur, terguna menjernih air & memutihkan dinding pagar. Apakah lahir & batin kita terhias akhlaq mulia? #Syawal

  7. Semoga #Syawal ini, bakda Lebaran, Luberan, Leburan, Laburan; kita tak terbuai oleh yang ke-5; Liburan. Tiada libur dalam berketaatan:)
Read more

0 Analisis HILAL 1 Syawal 1433 H





Oleh Ir Abdul Wahid, MT


Analisis hilal 1 Syawal 1433 H disini didasarkan pada perangkat lunak Accurate Times 5.3.4 yang dikembangkan oleh Mohammad Odeh dan digunakan secara resmi oleh Kementerian Agama Islam Yordania. Perangkat lunak ini bukan hanya dapat menghitung hilal di berbagai lokasi di seluruh dunia, tetapi dapat digunakan juga untuk menghitung jadwal shalat di lokasi-lokasi tersebut. Untuk Indonesia, ada delapan lokasi yang tersedia: Bandung, Biak, Bogor, Denpasar, Jakarta, Medan, Menado, dan Surabaya.

Keunggulan Accurate Times 5.3.4 adalah dapat menggambarkan tingkat visibilitas (dapat dilihat) bulan sabit di berbagai lokasi di seluruh dunia pada waktu tertentu. Untuk Syawal 1433 H tersedia tiga hari yang dapat dihitung: Jum’at (17/8/2012), Sabtu (18/8/2012) dan Ahad (19/8/2012). Jadi kita dapat melihatapakah Jum’at maghrib sudah hilal? Bagaimana dengan Sabtu atau Ahad maghrib?

Kecuali itu juga, Accurate Times 5.3.4 membagi tingkat visibilitas bulan sabit itu ke dalam enam kategori, yang setiap kategorinya ditandai dengan warna:

1. Merah, berartiImpossible (mustahil dapat melihat bulan sabit karena masih berada di bawah ufuk)
2. Tanpa Warna, berarti Not Possible (tidak mungkin dapat dilihat meskipun sudah di atas ufuk, karena terlalu rendah)
3. Biru, berarti Need Optical Aid (perlu bantuan teleskop untuk dapat melihat bulan sabit)
4. Magenta, berarti Could Be Seen By Naked Eye (dapat dilihat dengan mata telanjang)
5. Hijau, berarti Easily Visible By Naked Eye (mudah dilihat dengan mata telanjang)
6. Cyan, berarti Unknown (tidak diketahui)

Gambar berikut ini adalah hasil perhitungan hilal pada hari Sabtu, 18 Agustus 2012. Terlihat bahwa untuk Indonesia bagian paling selatan makin mungkin dapat melihat bulan sabit dengan mata telanjang. Sedangkan makin ke utara, hanya dapat melihat bulan sabit dengan bantuan alat optic.


Dengan bantuan Accurate Times 5.3.4 juga dapat secara pasti visibiltas bulan sabit di delapan lokasi di Indonesia (lihatTabelberikut).


NOLOKASIVISIBILITAS BULAN SABIT
1BandungVisible With Optical Aid, Could Be Seen By Naked Eye
2BiakVisible With Optical Aid Only
3BogorVisible With Optical Aid, Could Be Seen By Naked Eye
4DenpasarVisible With Optical Aid Only
5JakartaVisible With Optical Aid, Could Be Seen By Naked Eye
6MedanVisible With Optical Aid Only
7MenadoVisible With Optical Aid Only
8SurabayaVisible With Optical Aid Only

Kesimpulan: 1 Syawal 1433 H di Indonesia kemungkinan besar hari Ahad, 19 Agustus 2012.
Read more

0 Di Penghujung Ramadhan

Oleh Abu Izzuddin

"Tiada satu haripun yang merekah fajarnya, kecuali ia berkata : Aku adalah makhluk yang baru, yang menjadi saksi dari amal perbuatanmu, maka ambillah bekal dariku, karena aku tidak akan pernah kembali lagi hingga hari kiamat" ( Al Hadist )

Sedih, gundah gulana dan terharu, rasa inilah yang mendera hati dan perasaan Rasulullah SAW dan para sahabat di setiap akhir ramadhan. Tangis dalam sujud-sujud yang panjang, derai airmata dalam lantunan bacaan ayat-ayat suci al-qur’an dan gemuruhnya dada dalam tiap munajat jiwa kepada Robbul ‘alamiin.

Sungguh mereka lalai dengan dunia mereka, karena hati dan pikiran mereka disibukkan dengan dzikir dan ikhtiar demi mencapai derajat taqwa tertinggi.
Mereka menyadari betul, bahwa saat-saat terbaik yang ALLAH SWT berikan kepada mereka akan segera berakhir. Kesempatan yang besar untuk meraih sebanyak-banyaknya kemuliaan hidup di akhirat akan segera berakhir.
Mereka menyadari, kesempatan untuk memohon maghfiroh atas setiap dosa dan kesalahan tidak pernah datang dua kali.
Mereka menyadari bahwa ramadhan tahun ini memiliki kewajiban yang harus ditunaikan saat ini juga, sedang ramadhan yang akan datang ( jika memang ALLAH masih menghendaki mereka masih hidup ) sudah memiliki kewajiban yang berikutnya.

Setiap waktu/detik yang dilalui, ada tugas dan kewajiban di masing-masing waktu tersebut. Maka dikatakan bahwa waktu takkan pernah kembali.

Duhai ramadhan, pelan namun pasti engkau pergi meninggalkan jasad dan jiwa ini, yang masih teronggok mengais maghfiroh dan rahmat dari ROBBUL 'ALAMIIN...
Engkau akan pergi selamanya dan hanya akan menemuiku kembali sebagai saksi di hadapan pengadilan di hadapan ROBBku kelak.

Duhai ROBBI…
Jadikan kegalauan hati kami karena kepergian ramadhan ini sebagai bukti, betapa hambaMu ini sangat mencintai anugrah ramadhan yang terindah ini.
Duhai ALLAH yang Maha Pengasih....
Kasihanilah jiwa yang dhalim, lemah dan lalai ini.
Hanya ENGKAU yang bisa mengampuni tiap titik noda dan dosa diri ini...

Walau tak sempurna, terimalah ibadah siyam kami…
Terimalah qiyam, rukuk dan sujud-sujud kami…
Terimalah bacaan-bacaan qur’an kami…
Terimalah zakat dan sedekah-sedekah kami…
Terimalah tahmid, takbir, tahlil dan dzikir-dzikir kami…
Terimalah taubat kami…
Kabulkanlah do’a – do’a kami, wahai Dzat yang maha mengabulkan do’a…
Read more

0 Wadaa'an yaa Ramadan… REVOLUSI di Penghujung Ramadan | by @abdullahhaidir1

Oleh Abdullah Haidir
@abdullahhaidir1
Wadaa'an yaa Ramadan…

Hentakkan Jiwamu..!!

Kadang, ada saatnya dalam hidup ini, kita tidak lagi membutuhkan cara-cara gradual untuk meraih kebaikan, atau menghindar dari keburukan. Karena, perbedaan yang tipis antara menempuh cara gradual untuk melakukan perbaikan, dengan tabaathu' (keengganan), takaasul (kemalasan) dan taswiif (menunda-nunda), sering menjadi celah bagi setan untuk menghalangi seseorang dari langkah-langkah kebaikan dengan alasan bertahap dalam melakukannya.

Ya… ada saatnya kita membutuhkan hentakan jiwa untuk keluar dari perangkap setan yang menghalangi kita untuk mengambil langkah tegas, cepat dan tepat dalam melakukan kebaikan. Karena, sedikit saja kita tunda langkah tersebut dengan berbagai alibi, disanalah setan masuk, mengulur-ngulur waktu lebih lama sambil memberi janji-janji manis penuh pesona, lalu menggiring pada kesesatan yang nyata.

Ketika azan telah berkumandang, sementara kita masih tertidur lelap serasa malam masih panjang, atau tenggelam dalam kesibukan kerja bak pejuang, saat itu kita perlu hentakan untuk menggerakkan jiwa menyambut panggilan Tuhan, menghadap-Nya dengan jiwa yang tenang.

Ketika jadwal mengaji sudah tiba gilirannya, sementara kita sedang asyik bercengkrama dengan keluarga, bercanda dengan kolega, menyalurkan hobi yang disuka, menghadiri undangan tetangga, atau asyik berselancar di dunia maya, saat itu kita perlu hentakan untuk menggerakan hati, memenuhi agenda jiwa, menunaikan janji membina diri menuju takwa.

Ketika batang demi batang rokok tidak juga dapat kita tinggalkan, janji untuk menghentikannya sudah berkali-kali dinyatakan, berbagai terapi sudah dipraktekkan, saat itu kita butuh hentakan jiwa, tinggalkan total hingga tak tersisa dan hapuskan rokok dari ingatan saat itu juga.

Ketika bayang-bayang 'si Dia' begitu menggoda, senyumannya selalu terbayang di pelupuk mata, ucapannya indah terdengar bagaikan kata-kata mutiara, bayang-bayangnya selalu hadir saat bekerja, beribadah dan dimana saja, berpindah-pindah antara satu 'zina' ke 'zina' berikutnya….. Saat itu, perlu hentakan jiwa. Hapuskan 'file' tentang 'si Dia' dalam pikiran dan perangkat lainnya, atau…. segera menikah, agar ekspresi cinta tersalurkan dengan halal dan penuh mesra.

Dahulu, kala perang Mu'tah yang sangat heroik, ketika satu demi satu panglima perang kaum muslimin gugur, timbul sedikit kegentaran pada diri Abdullah bin Rawahah, sahabat mulia yang dikenal ahli sastra. Namun dia tidak ingin terpenjara oleh jebakan setan durjana. Segera dia hentakan jiwanya untuk turun ke arena, seraya bersenandung penuh makna….

Aqsamtu billahi ya nafsu latanzilinnah…….
Latanzilinnah aw latukrahinnah….
Wa qad ajlabannasu wasysyaddu rannah
Maalii araaki takrahiinal jannah…

Aku bersumpah! wahai jiwa, engkau harus turun perang.
Engkau harus turun, atau kalau tidak, engkau akan dipaksa.
Orang-orang sudah turun, perang sengit bergemerincing…
Mengapa ku lihat engkau tidak menyukai surga….?

Tak lama kemudian, Abdullah bin Rawahah sudah termasuk barisan syuhada…..

Ramadan adalah kesempatan emas untuk melakukan berbagai hentakan jiwa menuju takwa, meraih pahala, menanggalkan dosa, berharap mendapatkan kucuran rahmat, ampunan dan surga……

Kalau tidak sekarang, kapan lagi?

Riyadh, di penghujung Ramadan 1433 H
Read more

Delete this element to display blogger navbar

 
© DPC PKS Tempeh | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger